Disdukcapil-  Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kementrian Dalam Negeri telah berhasil menerapkan implementasi SIAK Terpusat di 514 Kabupaten/Kota pada 27 Mei 2022. Hal tersebut menjadi dasar dalam penerapan Identitas Kependudukan Digital.

          Digital ID atau Identitas Kependudukan Digital menjadi salah satu inovasi Ditjen Dukcapil Kemendagri yang ditunggu kehadirannya di masyarakat. Namun penerapannya dilakukan secara bertahap diawali dari Pegawai di lingkungan Dinas Dukcapil, selanjutnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia, kemudian mahasiswa dan pelajar dan baru nantinya untuk masyarakat umum.

          Setelah dimulai dengan uji coba terhadap pegawai di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo pada tanggal 8 Juli 2022 selama sepekan, maka pada tanggal 1 Agustus 2022 Disdukcapil sudah menjadwalkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital pada seluruh ASN dengan mendatangi ke masing- masing Perangkat Daerah.

          Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Rabu (3/7/2022), tim dari Disdukcapil melaksanakan pendampingan mulai dari install aplikasi di playstore, cara registrasi, pengaktifan serta simulasi penggunaan dari Identitas Kependudukan Digital terhadap pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

          “Dengan Aplikasi Digital ID membuat semua lebih praktis, mudah dan efisien karena dokumen penting yang sering kita gunakan termasuk riwayat vaksin Covid 19 selalu dalam genggaman kapanpun dan dimanapun kita berada”, ungkap Ekaningtyas Darmiastuti, S.Kep, Ns,MM, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo saat dimintain tanggapan di ruang kerjanya.

          Sebagaimana diketahui, Identitas Kependudukan Digital selain menampilkan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) juga pada fitur Dokumen Lainya terdapat Data Riwayat Vaksin, Data NPWP, Data Kepemilikan Kendaraan, Data Badan Kepegawaian Nasional (bagi ASN) serta Data Pemilih Tetap pada Pemilu 2024. Untuk kedepannya Identitas Kependudukan Digital diharapkan bisa mengcover data- data penting lainnya sehingg bisa menghemat anggaran dengan terintegrasi semua output pelayanan publik. (Sr)

Share :