- ASN Setda Purworejo Meninggal Dunia, Akta Kematian Diserahkan Sebelum Pemakaman
- Jelang Idul Fitri Disdukcapil Purworejo Akhiri Layanan Sementara Jemput Bola Perekaman KTP-el di Sekolah
- Perangi Praktik Gratifikasi, Disdukcapil Purworejo Siapkan Flyer dan Konten Himbauan
- Sekolah Berbasis Pondok Mulai Libur, Layanan Perekaman KTP-el di Disdukcapil Purworejo Mengalami Peningkatan
- Disdukcapil Purworejo Lakukan Jemput Bola, 74 Pegawai DPUPR Berhasil Teraktivasi IKD
- Antrean Padat, Sekolah Batasi Peserta didalam Ruangan pada Jemput Bola Pelayanan Rekam KTP-el dari Disdukcapil di SMAN 10 Purworejo
- Disdukcapil Purworejo Raih Peringkat Pertama Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran Usia 0–18 Tahun di Jawa Tengah
- Meski Hari Libur, Disdukcapil Purworejo Layani Perekaman KTP-el ODGJ di RSUD Tjitrowardojo
- Disdukcapil Purworejo Jemput Bola Perekaman KTP-el di SMAN 9 Purworejo Saat Ramadhan
- Siswa SMAN 1 Purworejo Ajukan Perubahan Data KIA untuk Persyaratan Magang
Lewat Grup WhatsApp Pelayanan Adminduk Desa, Identitas ODGJ Akhirnya Ditemukan

Keterangan Gambar : Kondisi ODGJ saat dilakukan Identifikasi Tim Disdukcapil Purworejo
Disdukcapil- Upaya
pengungkapan identitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat berada
disekitar kawasan Perumahan Casanova, Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan
Banyuurip, akhirnya membuahkan hasil. Identitas tersebut berhasil diketahui
berkat sinergi antarpetugas melalui Grup WhatsApp Pelayanan Administrasi
Kependudukan (Adminduk) Desa.
Sebelumnya,
warga melaporkan keberadaan yang bersangkutan kepada Bhabinkamtibmas setempat
karena dinilai meresahkan lingkungan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti
dengan pengiriman pasien ke RSUD Tjitrowardojo untuk mendapatkan penanganan
medis.
Tim
dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo (Disdukcapil)
bergerak cepat melakukan proses identifikasi pada Senin (2/3/2026). Kegiatan
tersebut dikoordinatori oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, R. Anang Widodo, SE.
Namun, proses awal belum membuahkan hasil karena data kependudukan yang
bersangkutan tidak ditemukan dalam sistem.
Berbagai
langkah identifikasi biometrik telah ditempuh, mulai dari perekaman sidik jari
melalui perangkat KTP elektronik (KTP-el) hingga pemindaian iris mata. Hasilnya
tetap nihil, sehingga identitas pasien belum dapat dipastikan untuk keperluan
administrasi rumah sakit maupun koordinasi dengan Dinas Sosial terkait rencana
pemulangan.
Menghadapi
kendala tersebut, Disdukcapil Purworejo mengambil langkah alternatif dengan
menyebarluaskan foto yang bersangkutan melalui Grup WhatsApp Pelayanan Adminduk
Desa yang telah dibentuk di setiap kecamatan. Strategi ini terbukti efektif.
Dari
informasi yang masuk melalui grup tersebut, diketahui bahwa ODGJ tersebut
merupakan warga salah satu desa di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.
Informasi itu kemudian dikonfirmasi lebih lanjut sehingga identitas yang
bersangkutan dapat dipastikan.
Sekedar
informasi, Grup WA Pelayanan Adminduk Desa berfungsi sebagai jembatan
koordinasi cepat dan efektif antara desa dan Disdukcapil guna mendukung
pelayanan administrasi kependudukan yang responsif, akurat, dan tepat sasaran.
Keberhasilan
ini menjadi bukti pentingnya pemanfaatan teknologi komunikasi dan koordinasi
lintas wilayah dalam mendukung pelayanan administrasi kependudukan. Dengan
terungkapnya identitas, proses administrasi di rumah sakit serta langkah tindak
lanjut oleh Dinas Sosial kini dapat dilakukan sesuai ketentuan.(sr)

.jpg)
.jpg)
.jpg)