- Perangi Praktik Gratifikasi, Disdukcapil Purworejo Siapkan Flyer dan Konten Himbauan
- Sekolah Berbasis Pondok Mulai Libur, Layanan Perekaman KTP-el di Disdukcapil Purworejo Mengalami Peningkatan
- Disdukcapil Purworejo Lakukan Jemput Bola, 74 Pegawai DPUPR Berhasil Teraktivasi IKD
- Antrean Padat, Sekolah Batasi Peserta didalam Ruangan pada Jemput Bola Pelayanan Rekam KTP-el dari Disdukcapil di SMAN 10 Purworejo
- Disdukcapil Purworejo Raih Peringkat Pertama Capaian Kepemilikan Akta Kelahiran Usia 0–18 Tahun di Jawa Tengah
- Meski Hari Libur, Disdukcapil Purworejo Layani Perekaman KTP-el ODGJ di RSUD Tjitrowardojo
- Disdukcapil Purworejo Jemput Bola Perekaman KTP-el di SMAN 9 Purworejo Saat Ramadhan
- Siswa SMAN 1 Purworejo Ajukan Perubahan Data KIA untuk Persyaratan Magang
- Disdukcapil Purworejo Pastikan Layanan Dokumen Kependudukan Tetap Berjalan Saat Hari Raya Idul Fitri
- Disdukcapil Purworejo Gelar Rapat Persiapan Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan 2025
Pelayanan Rekam KTP-el Penduduk Rentan di Desa Soko Sempat Diwarnai Ketegangan, Disdukcapil Kedepankan Pendekatan Humanis

Keterangan Gambar : Proses Pengambilan Sidik Jari dalam Pelayanan Rekam KTP-el terhadap Penduduk Rentan di desa Soko
Disdukcapil- Pelaksanaan
inovasi layanan Perekaman KTP elektronik (KTP-el) bagi penduduk rentan yang
dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo
di Desa Soko, Kecamatan Bagelen, pada Kamis (22/1/2026), sempat diwarnai ketegangan
di lapangan.
Ketegangan
terjadi pada tahapan awal kegiatan saat perangkat desa menyampaikan maksud dan
tujuan pelayanan kepada keluarga warga sasaran. Dalam situasi tersebut, ibu
dari warga yang akan dilakukan perekaman menunjukkan penolakan yang disertai
tindakan pelemparan tempat duduk ke arah perangkat desa, sehingga kondisi di
lokasi sempat menjadi tidak kondusif.
Adapun
warga yang diajukan dalam pelayanan perekaman merupakan penyandang disabilitas
tuna netra. Sementara itu, ibu yang bersangkutan tercatat sebagai warga dengan
kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sehingga pelaksanaan pelayanan
memerlukan pendekatan khusus, kehati-hatian, serta pendampingan lintas sektor.
Menindaklanjuti
kondisi tersebut, Pemerintah Desa Soko segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial
Kabupaten Purworejo serta Bhabinkamtibmas setempat untuk melakukan pendampingan
dan pengamanan guna meredakan ketegangan serta memastikan keselamatan seluruh
pihak yang terlibat.
Koordinator
kegiatan perekaman biometrik KTP-el, Analis Kebijakan Ahli Muda Disdukcapil
Kabupaten Purworejo, R.Anang Widodo, SE., menyampaikan bahwa dinamika tersebut
merupakan tantangan yang kerap dijumpai dalam pelayanan administrasi
kependudukan bagi penduduk rentan.
“Dalam
situasi seperti ini, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
Tujuan utama kami adalah memastikan hak administrasi kependudukan warga dapat
terpenuhi, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kondisi psikologis
keluarga,” ujarnya.
Setelah
melalui koordinasi dan pengamanan yang diperlukan, kegiatan perekaman biometrik
KTP-el akhirnya dapat dilaksanakan dan berjalan dengan tertib. R. Anang Widodo menambahkan
bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari sinergi dan
koordinasi lintas sektor.
“Kolaborasi antara Disdukcapil, pemerintah desa, Dinas Sosial, serta Bhabinkamtibmas sangat membantu menciptakan situasi yang kondusif sehingga proses perekaman dapat dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tambahnya.
Peristiwa
ini menjadi gambaran tantangan pelayanan publik di lapangan, khususnya bagi
penduduk rentan, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo
dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif,
responsif, dan berkeadilan.(sr)

.jpg)
.jpg)
.jpg)